Intro

Dalam setahun berapa kali kita memperkenalkan diri? Jawabannya akan sangat bervariasi. Hampir di setiap perjumpaan yang pertama kali selalu diikuti dengan perkenalan. Teman, rekan kerja, komunitas baru akan lebih bisa menerima kita jika kita memperkenalkan diri kita.

Jika kita ingin dikenal dengan baik maka kita harus terlebih dahulu memperkenalkan diri kita sehingga akan lebih mudah bagi orang lain untuk mengenal kita. Tanpa kita mencoba memperkenalkan diri kita, mustahil orang lain mampu memahami kita sekeras apapun mereka mencoba mengenali kita. Intinya, kita yang harus mau membuka dan memperkenalkan diri.

Hal tersebut sebenarnya tidak hanya terjadi dalam hubungan antar manusia. Hubungan antara manusia dan Penciptanya pun juga demikian. Tuhan dapat dengan mudah mengenali manusia, karena memang Tuhan lah sang Pencipta dan memiliki kuasa atas hidup manusia. Tetapi, manusia tidak akan mampu mengenali dan memahami Tuhan tanpa Tuhan sendiri yang pertama kali memperkenalkan diri dan menyatakan dirinya kepada manusia.

Menurut saya, perkenalan yang paling mudah dan nyaman dilakukan ketika saling bertemu. Perkenalan ketika memulai presentasi, bertemu teman baru, rekan kerja, atau bahkan perkenalan ketika sedang menjalani wawancara kerja. Perkenalan semacam itu membuat saya merasa nyaman karena saya tahu kepada siapa saya memperkenalkan diri.

Sebaliknya, perkenalan secara virtual seperti lewat blog semacam ini bukanlah hal yang mudah saya lakukan. Tidak ada tatap muka di dalamnya. Terlebih lagi, saya tidak tahu kepada siapa saja saya memperkenalkan diri dan saya juga tidak tahu siapa saja yang mendengarkan.

Seorang teman saya pernah berkata kira-kira seperti ini: “Suatu saat ketika kita ingin mendapat informasi tentang seseorang, kita tidak lagi bertanya kepada orang di sekitarnya, tetapi kita mencari tahu lewat internet”. Benar. Teknologi saat ini sudah sangat mendukung setiap orang untuk menunjukkan online presence-nya. Banyak orang mendapat pekerjaannya karena dukungan online presence yang diciptakannya. Bahkan bukan hanya pekerjaan, teman dan bahkan pasangan hidup pun juga bisa kita dapatkan.

Kita bisa mendapatkan informasi tentang seseorang melalui media online. Pendidikan, pekerjaan, keluarga, hobi, hingga sesuatu yang sangat personal pun kadang bisa kita dapatkan. Beberapa orang memang dengan sengaja atau tidak sengaja menyediakan informasi tersebut secara publik.

Bagaimana dengan saya? Saya tidak memberikan banyak informasi tentang diri saya pada media online. Begitu halnya dengan tulisan kali ini, tidak banyak informasi yang Anda dapatkan tentang saya. Jika Anda mengharapkan bahwa tulisan kali ini adalah tulisan perkenalan diri, saya mohon maaf karena sebenarnya tidak demikian. Seorang pendekar dikenal karena kehebatannya bertarung, seorang ilmuwan dikenal karena penemuannya, seorang penulis dikenal karena karya tulisannya, seorang yosafat dikenal karena memang ia sudah terkenal.

This entry was posted in General. Bookmark the permalink. Both comments and trackbacks are currently closed.